
Samarinda — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Kampus 1 UINSI Samarinda, Jl. Abul Hasan, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, pemerintah daerah, serta mahasiswa.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pembinaan dan pemberdayaan pemuda di bidang ekonomi kreatif yang berbasis nilai-nilai keislaman.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FUAD, Prof. Dr. H. M. Abzar D., M.Ag., didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi, Perencanaan, dan Keuangan (APK), Dr. Mursalim, M.Ag., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama (KAK), Dr. M. Salehudin, M.Pd. Turut hadir pula para koordinator program studi di lingkungan FUAD serta mahasiswa yang memadati auditorium dengan antusias.
Acara secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora, Muhammad Faisal, S.Sos., M.Si., bersama Dekan FUAD. Dalam sambutannya, Muhammad Faisal menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk membekali pemuda dengan keterampilan, wawasan, serta karakter yang kuat.
“Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang dapat meningkatkan kapasitas pemuda, khususnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FUAD menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam membina karakter dan kemandirian mahasiswa. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman dalam menghadapi tantangan global.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan Seminar Ekonomi Kreatif Pemuda yang menghadirkan dua sesi materi utama. Seminar pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur dengan tema “Literasi Digital bagi Pemuda”. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan mendasar di era modern, di mana pemuda dituntut tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga bijak dalam menyaring dan memanfaatkannya untuk hal-hal produktif.
Materi ini juga menyoroti peluang besar yang dapat dimanfaatkan pemuda melalui platform digital, seperti pengembangan bisnis berbasis online, personal branding, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi.
Selanjutnya, seminar kedua disampaikan oleh Dekan FUAD dengan tema “Ekonomi dan Bisnis Islam”. Dalam materinya, beliau menguraikan konsep dasar ekonomi Islam yang menekankan pada prinsip keadilan, kejujuran, transparansi, dan keberkahan. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai fondasi dalam membangun usaha yang tidak hanya menguntungkan secara materi, tetapi juga bernilai ibadah.
“Ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh pemuda harus memiliki landasan etika yang kuat. Dalam Islam, bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan bagi banyak orang,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, khususnya saat sesi diskusi dan tanya jawab. Para mahasiswa активно mengajukan pertanyaan terkait peluang usaha kreatif, tantangan di era digital, hingga implementasi nilai-nilai Islam dalam praktik bisnis sehari-hari.

Melalui kerja sama ini, Dispora dan FUAD UINSI Samarinda berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan pemuda yang berkelanjutan, mulai dari pelatihan, seminar, hingga pendampingan usaha. Kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga berintegritas dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Kalimantan Timur. Dengan sinergi yang terbangun, diharapkan pemuda mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan daerah.






