Samarinda-2025 Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) melalui Program Studi Ilmu Hadis, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Dari Teks ke
konteks: Penulisan Karya Ilmiah Hadis di Era Digital”. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan daya kreativitas dalam menuangkan gagasan ke dalam karya tulis ilmiah dalam
bidang hadis. Pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center Samarunda. Kegiatan ini mengikutsertakan peserta berjumlah 40
orang yang merupakan siswa-siswi dari Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center Samarinda dan beberapa mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis FUAD UINSI Samarinda selama tiga hari, terhitung dari 17-19 Oktober 2025. Bertepatan dengan kegiatan ini, pihak FUAD UINSI Samarinda juga melaksanakan agenda penandatangan kerjasama dengan pihak
Pondok Pesantren MIC dalam bidang tridharma perguruan tinggi.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan pemateri Rahmatullah, MA, seorang penulis sekaligus akademisi bidang kajian Al-Qur’an. Pada penyampaian materinya, Rahmatullah
menyampaikan pentingnya menuliskan gagasan apa saja yang terlintas di pikiran. Beliau memberikan gambaran, dua tokoh besar yaitu Buya Hamka dan Quraish Shihab yang
menjadikan kesehariannya untuk menulis, sehingga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat buat orang banyak. Sebagai seorang penulis, tegasnya, penting untuk tetap
membaca dan memperkaya kosakata, sebab hal inilah yang menunjang kemampuan penulis.
Pada akhir PkM para siswa/i diberikan waktu untuk praktik menyusun sebuah tulisan dengan tema pendidikan dan literasi digital. Peserta kemudian diberikan kesempatan untuk
mempresentasikan tulisannya di depan ruangan. Salah seorang siswi, dengan berani menceritakan isi karya ilmiahnya. Sesudah itu, Rahmatullah menghadiahi siswi tersebut dengan buku karyanya.
Koordinator Program Studi Ilmu Hadis, Dr. Sitti Sagirah, M. Ag. menambahkan, bahwa melalui acara ini, diharapkan para siswa mampu bersaing dalam perlombaan karya tulis ilmiah Al-Qur’an maupun hadis pada level regional dan nasional.







